Pancasila dan Islam dalam Eka Prastya Panca Karsa

Pancasila dan Islam dalam Eka Prastya Panca Karsa

Pancasila dan Islam dalam Eka Prastya Panca Karsa ini ada dalam satu buku kecil yang diterbitkan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam departemen Agama Republik Indonesia di tahun 1978.

Buku ini ditemukan ketika bongkar-bongkar gudang di rumah Bapak beberapa tahun yang lalu, baru teringat untuk didigitalkan dengan dipindai menjadi e-book.

Buku kecil ini mempunyai 3 bagian yang terdiri dari :

bagian I. Perincian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( P – 4)

bagian II. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( P – 4) dalam pandangan Islam

bagian III. Naskah lengkap Tap MPR no. II.1978 dan naskah lengkap Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( P – 4).

dilengkapi pula dengan kata sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia saat itu H. Alamsyah Ratu Perwiranegara dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Buya Hamka.

Sambutan Buya Hamka cukup menarik saya kutip disini (lengkapnya bisa dibaca di e-book).

“..semoga penerbitan ini berhasil mendorong umat islam lebih mantap melaksanakan ajaran-ajaran agama islam sebagaimana tersebut dalam Qur’an mau pun hadits yang ternyata kemudian cocok dengan nilai-nilai yang ingin dikembangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia … dengan ini juga sekaligus diharapkan penerbitan ini dapat membantu menjernihkan hubungan antara sebagian umat islam dan Pemerintah yang menjelang sidang MPR yang lalu sempat menimbulkan kekurangharmonisan…”

digitalisasi buku ini hanya bertujuan untuk berbagi bagaimana Pancasila itu senafas dengan ajaran islam, tidak untuk berpolemik, saling hujat, dan nyinyir. kalau dijadikan bahan diskusi silakan tapi pastikan ada moderator yang mumpuni kapasitas ilmunya yak.. saya gak ikutan.. ha ha ha ha.

Yang sudah penasaran, bisa klik di sini : P4 dan Ajaran Islam

Jadi ingat masa lalu, ketika masuk SMP ada penataran P-4. Masuk SMA dapat penataran P-4, terus masuk Perguruan Tinggi dapat lagi Penataran P-4, beratus- ratus jam kita habiskan untuk menjadi manusia Pancasila seutuhnya. mati-matian menghapal 36 butir nya, ironisnya ketika di tahun 2003 butirnya nambah menjadi 45 pun kebanyakan dari kita gak ngeh, kan?

ketika hari-hari ini beberapa dari kita saling tuding islamku gini, islammu gitu, saya pancasila, kamu bukan, ingat kata-kata Broery Pesolima :

“Aku begini, engkau begitu,

sama saja”

 

sama- sama Indonesia.

About Arief B. Muttaqien 79 Articles
orang biasa, yang biasa saja, biasa jalan-jalan, biasa makan..pokoknya biasa lahh.. tapi tetap LUAR BIASAAA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*