Greetings Earth..

Assalamualaikum,

dimulai dari tahun 90-an saya mengenal yang namanya internet. betul-betul dari Nol. internet masih berbentuk text di layar komputer. tidak ada gambar, hanya tulisan seperti hasil dari mesin ketik. World Wide Web belum diketemukan. Boro-boro website, adanya hanya BBS (bulletin board system). Istilah BBS saya yakin sangat sedikit yang familiar. BBS seperti masuk ke komputer orang lain dengan harus menjadi anggota untuk login.

menggunakan teknologi modem yang terkoneksi dengan line telpon, sering bengong melihat lampu indikator send/receive berkedip-kedip hanya sekedar buka email saja. download apa lagi. tidak akan pernah tahu apa yang di download sampai benar-benar disimpan di komputer.

Modem yang tersedia mulai dari kelas US Robotic, hayes, sampai dengan merk taiwan. Kecepatan jangan dibayangkan seperti saat ini yang bisa mencapai 150 MBPS, modem dengan kecepatan 14.4 KBPS sudah berharga jutaan. Mengandalkan line telp sehingga biasanya diparalel dengan telp rumah, lagi nunggu download harus terputus karena telp akan dipakai. Makanya dipastikan menjadi kalong, online tengah malam sampai dengan subuh, supaya puas. Belum lagi kalau hujan, harus segera dilepas dari line telp untuk mencegah terkena petir.

Mulai diciptakan world wide web ( https://id.wikipedia.org/wiki/World_Wide_Web#Sejarah)  benar-benar mengubah peta permainan internet. Namun Registrasi masih manual. Ada wasantara ISP milik PT. Pos Indonesia. Untuk beli paketnya harus datang ke kantor pos jalan Erlangga Semarang. Ada juga IdOLA (indonesia Online Access) punya Lintasarta. Hingga mengalami saat-saat antre di lab komputer kampus untuk bisa akses internet gratis daripada pergi ke warnet.

Kualitas PC berikut monitor dan modem serta jaringan line telp jangan dibayangkan seperti saat ini. Tapi saat itu mempunyai komputer di rumah saja merupakan barang langka. Dimulai dari personal computer XT 8 Mhz yang bisa diturbo menjadi 10 MHZ (ada tombol turbo di PC), layar monokrom berwarna hijau, menggunakan disket 5.25” booting DOS menggunakan disket yang bisa kotor sehingga harus siap cairan pembersih. Menjadi PC AT 16 MHZ dengan monitor berwarna. Mengenal virus pertama yang bernama Denzuko dan antivirusnya, game pertama Digger series (punya sampai dengan digger 6), printer dot matrix yang sangat berisik. Menjadi pentium 1,2,3 dan seterusnya. Menjadi monitor LCD, LED. Dari PC menjadi laptop menjadi tablet.

Perkembangan komputer menjadi sangat cepat secara eksponensial sampai saat ini, yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari perkembangan yang memakan waktu tahunan menjadi hitungan bulan. Bahkan tiap hari bermunculan produk-produk baru yang membuat produk yang baru kita beli kemarin sudah menjadi usang minggu depan dan turun harga 30% jika kita akan upgrade lagi. Terkadang saking pesatnya perkembangannya menjadi tidak masuk akal lagi saat kita akan membelinya.

Sekarang, hampir semua menggunakan gadget dan tergantung kepada internet. Mulai dari anak-anak SD yang dulu banyak bermain di luar rumah dengan teman-teman sekampung yang banyak melibatkan fisik sampai lansia mungkin baru pegang handphone sekarang.

Ya, gadget dan internet mengubah segalanya. Dari mendekatkan yang jauh hingga menjauhkan yang dekat. Mengubah bagaimana cara kita hidup bukan hanya mengubah cara bersosialisasi dan bekerja tapi mengubah segalanya.

Sekarang tinggal tergantung kita akankah hanya konsumtif atau bisa lebih produktif ? akankah gadget dan internet membuat kita lebih banyak keluar uang atau kah hal tersebut bisa membuat kita produktif dan menambah pengetahuan yang bisa menciptakan mesin penggali uang untuk kita?

Wassalam,

ABM

 

About Arief B. Muttaqien 86 Articles
orang biasa, yang biasa saja, biasa jalan-jalan, biasa makan..pokoknya biasa lahh.. tapi tetap LUAR BIASAAA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*